Kisah Kapak Si Miskin

Kisah Kapak Si Miskin

KABARHALAL.com – hampir semua orang pernah atau sering melihat pengemis di jalan, di pasar, dan bahkan ada juga di tempat ziarah. Kira-kira apa yang menyebabkan mereka menjalani hidup seperti itu?

Bisa jadi memang mereka miskim dan tak kuat lagi bekerja. Bisa juga mereka malas dan tak mau berusaha. Nah, maka dari itu tidak apdol rasanya bila kita tidak menyimak kisah dari Rasulullah saw berikut ini, agar kita lebih peduli dengan orang lain.

Suatu hari, ada seorang laki-laki yang miskin menemui Rasullulah saw. Lelaki tersebut lalu bercerita akan kesulitannya. Lalu ia pun meminta bantua kepada Rasulullah saw. Rasulullah Saw kemudian bertanya ke pada lelaki miskin itu, “apakah ada sesuatu yang berguna dirumahmu?”

Jawab laki-laki itu, “kami hanya punya satu selimut. Saat tidur, kami menggunakan setengahnya untuk alas dan setengahnya lagi selimut. Selain itu kami juga punya sebuah wadah.”

Rasulullah Saw berkata, pergi dan ambil selimut yang mereka gunakan sebagai penutup dan sebuah wadah, lalul kembali kepada Rasulullah Saw.

Alat untuk usaha

Rasulullah Saw mengambil kedua barang tersebut dan berseru. “adakah yang mau membeli barang ini ?”

Seorang laki-laki berkata “aku mau.” Akan tetapi harga yang ditawarkan laki-laki itu terlalu rendah. Rasulullah Saw berseru sekali lagi,”ada yang menawarkan lebih tinggi.?”

Seorang laki-laki lain berkata aku bisa memberikan penawaran lebih tinggi. Laki-laki itu lalu membali kedua barang itu. Rasulullah Saw mengulurkan uang hasil penjualan selimut dan wadah itu kepada si laki-laki miskin dan berkata, “ gunakan sebagian uang ini untuk membeli makanan bagi keluargamu, sisanya belikan mata kapak, kemudian kembalilah kepadaku.”

Laki-laki itu sama sekali tidak mengerti. Tapi ia melakukan apa yang dikatakan Rasulullah Saw kepadanya. Sebagian uang tersebut ia belikan makanan dan sisanya ia belikan mata kapak. Ia lalu kembali menemui Rasulullah Saw. Lalu beliau membuat gagang untuk mata kapak itu, lalu berkata, ”ambil kapak ini, tebangpohon, kumpulkan kayunya bawa kepasar, lalu jual. Datanglah kepadaku dua minggu lagi”.

Tidak jadi beban

Laki-laki itu pergi meninggalkan Rasulullah Saw. Dua minggu kemudian ia kembali menumui Rasulullah Saw dengan senyuman menghiasa wajahnya. Rasulullah Saw senang melihatnya gembira. Beliau kemudian bertanya kepada laki-laki itu apa yang sudah dilakukannya. Laki-laki itu menjawab. “ dengan kapak yang aku terima darimu, aku mengumpulkan kayu dari gunung. Dan aku membawa dan menjualnya kekota dan kepasar. Dalam 15 hari, aku mendapat banyak uang. Aku bisa membeli makanan dan pakaian untuk keluargaku.”

Rasulullah Saw tersenyum dan beruajr, “lebih baik kau mencari nafkah dengan keringatmu dengan wadah untuk mengemis diwajahmu.”

Masyaallah ,laki-laki miskin itu sudah menemukan bagaimana mencari nafkah tanpa harus membebani orang lain. Semoga info ini bermanfaat

Sumber  Nurani

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Comments are closed.